Surat Kecil Dariku Untukmu

Surat Kecil Dariku Untukmu

frisya

"Diam semua!!! Tenang! Tenang!" Teriak seorang guru selepas ia mengetukan penggaris yang lumayan besar ke arah papan tulis. Suaranya yang keras berhasil membuat suasana kelas yang tadinya gaduh menjadi sunyi. Semua siswa tertunduk diam dengan tatapan kebawah, seolah mereka menahan nafas seperti patung yang tidak bergerak sedikit pun, beberapa tidak menghiraukan bentakan guru tersebut.
"Ada pengumuman untuk kelas kalian" ucap guru itu. "Untuk upacara hari senin besok kelas kalian yang akan jadi petugas, jadi persiapkan dengan baik"

Kelas menjadi gaduh dengan suara semua siswa yang saling bersahutan untuk menunjuk satu sama lain. Mereka mendebatkan siapa saja yang akan menjadi petugas upacara tersebut.

"Tolong tenang semua!!!" Guru itu kembali berteriak. "Kalau ingin membahas masalah upacara ini setelah jam pelajaran selesai, ingat!!! Persiapkan dengan baik!!!"

"Baik bu" Jawab semua murid dengan serentak.
Setelah memberi pengumuman guru itu segera meninggalkan kelas, ia menggeser pintu kelas yang seolah menghalangi jalannya di depan. Sepatu hak tinggi yang ia kenakan saling berbenturan dengan lantai hingga menghasilkan suara ketukan yang keras, suara ketukan itu perlahan melemah lalu menghilang.

Semua murid kembali ribut membahas siapa saja yang akan menjadi petugas upacara. Bahkan ini lebih ribut sebelum guru itu datang.

Made sebagai ketua kelas segera bertindak untuk menenangkan kelas. Ia berdiri dari tempat duduknya, langkah kakinya mulai bergerak ke arah depan wajahnya yang kesal seolah ia ingin segera menyelesaikan ini.

"Tenang! Tenang! Gue minta perhatiannya" Bentak ia ketika sudah berada di depan kelas.

Semua siswa masih ribut, mereka menghiraukan bentakan Made. Kedua tangannya kini berada di pinggangnya, sikunya membentuk 90 derajat. Ia mulai menggelengkan kepalanya. "Parah nih kelas" Ucap dia pelan.

Ia kemudian duduk di atas meja guru dengan tatapan yang tajam ke semua siswa yang ada di kelas. Ia menyilangkan kedua tangannya tepat di depan badannya. Ia memperhatikan para siswa sekitar 7 menit, hingga akhirnya...

"Woi!!!" Bentak ia, Penggaris yang digunakan guru tadi ia benturkan ke meja dengan keras. Suara lantang yang keluar dari benturan itu berhasil menenagkan suasana kelas.

"Lo semua bisa tenang gak? kalo ribut terus gimana mau ngatur" Perintah made. "Disini tunjuk tangan siapa yang mau jadi petugas upacara"

Tidak ada seorang murid yang menunjukan tangannya, bahkan mereka tidak berani untuk melihat ketua kelas yang berdiri di depan.

"Susah kalo kayak begini" Made berdiri dari tempat itu. "Kalo gak ada yang mau jadi petugas, biar gue yang nunjuk siapa aja yang jadi petugas" Ucap made dengan tegas.

"Gak bisa gitu dong, kalo kita gak bisa gimana? Jangan maksa!" Protes salah seorang siswa.

"Trus mau lo gimana? Lo liat kan gak ada yang mau jadi petugas" Ucap made yang merasa lelah. "Udah lah kalo kayak gini biar wali kelas yang ngatur" Made kembali ke mejanya.

Suasana kelas kembali ribut. Guru yang harusnya mengajar hari ini berhalangan hadir, sehingga tidak ada kegiatan belajar mengajar hingga bel istirahat berdenting.


Setelah kejadiankemarin menjadi pelajaran atau pengalaman, hari ini tidak akan kembali terulang. untungnya kemarin pembagian kelas masih satu kelas dengan nara jadi ketika ada apa apa tinggal ke rumah nara, karena cuma dia diantara teman yang lainnya yang gue tau rumahnya. seperti kejadian kemarin karena telat aku tidak mengetahui jadwal kelas. dengan mengayuh sepeda ini cerita kedua akan gue mulai.

memasuki gerbang lalu memakirkan sepeda yang mempunyai tempat khusus dari kendaraan yang lain lanjut berangkat menuju kelas keadaan sekolah masih sepi jelas gue terlalu pagi untuk sampai di sekolah. setelah menunggu kira kira 40 menit bel masuk berbunyi, para murid yang muka mukanya gue kenal di mata gue namun tidak dengan namanya mulai memasuki kelas. mendadak kelas menjadi ramai, selang waktu tidak lama dari bunyinya bel, masuk seorang guru dengan murid yang kali ini gak pernah gue liat di sekolah tapi tidak asing di mata gue. gue mulai ingat rupanya dia wanita yang tingginya tidak lebih dari gue dan mempunyai wajah yang cukup manis(wanita bersama gue di bengkel). memang kejadian ini terlihat seperti di ftv tapi ini memang kenyataannya. setelah dia memperkenalkan diri, ia segera memilih tempat duduk seperti yang gue pikirkan dia pasti memilih disamping gue. menurut gue alasannya bukan karena pertemuan waktu itu tapi karena gak ada pilihan lain, hanya gue yang duduknya sendiri. oh iya gue lupa memperkenalkan dia, namanya made terdengar seperti orang yang berasal dari bali bukan? atau bahasa inggrisnya membuat? hahaha

sialll ini memecahkan rekorku selama 2 tahun berturut turut. setelah dia duduk pelajaran berlanjut, sesuai dengan jadwal yang kutanyakan kepada nara kemarin. nara masih duduk satu barisan dengan gue, dia berada di depan.

selalu!!! ketika pelajaran akan selesai kami pasti diberikan tugas oleh guru. sebenarnya ini bagus karena secara tidak langsung kita harus belajar dengan tugas yang guru berikan, namun aku tidak mengerti apa yang ada di pikiran gueu sekarang terkadang mereka memberi tugas yang menurut gue tidak wajar untuk dikerjakan. buat kalian yang sudah pernah merasakan sama jamannya sekolah pasti tau itu lah dengan siap gue mendengar sambil memegang buku catatan kecil ditangansebelah kiri dan pulpen di sebelah kanan. sulit bagi gue untuk mengingat suatu peristiwa dalam jangka waktu lama. maka dari itu gue selalu membawa catatan kecil ini.

"apa itu?" tanya made dengan penasaran
"buku catatan gue" jawab gue
"laki laki kok punya diary?"jawab dia dengan pelan sambil menertawakan gue
"hahaha ini catatan mba bukan diary" jawab gue kesal
setelah guru selesai memberikan tugas, guru langsung keluar dari kelas bersamaan dengan bunyi bel, kelas yang tadinya ramai mendadak sepi karena ditinggal para muridnya ke kantin, keculai gue masih berada di kelas.

"kenalan dulu dong, made " dia mencoba untuk menjadikan gue teman
"lo panggil aja gue awan"
"awan?"
"iya awan kenapa?"
"gak apa apa" jawab dia sambil senyum senyum " kekantin yok wan " ajak dia
"kagak dah lo aja sendiri"
"gak laper lo?"
"dah biasa gue gak ke kantin, kalo mau ke kantin lo aja sendiri" ucap gue dengan jutek hahaha
hal yang biasa gue lakukan ketika istirahat ya hanya di kelas, selain itu mengisi buku catatan gue dengan tulisan yang menurut gue puitis (gak tau dah menurut kalian ).

setelah setengah jam bel masuk berbunyi para murid masuih belum datang ke kelas ini sudah menjadi kebiasaan mereka ketika istirahat, tidak datang tepat waktu. made kembali duduk di sebelah gue.
"dah makan paginya ya?" sapa made sambil menarik kursi untuk duduk
"emangnya kenapa?"
"kuat lo gak sarapan"
"gue gak pernah sarapan"
"gak laper lo?"
"ah udah biasa ini mah" jawab gue dengan tengil
ketika itu dia diam sejenak sambil melihat buku catatan yang gue pegang

"buku catetan apa sih?" tanya dia yang tampaknya penasaran
"rahasia "
"kok pelit sih sama temen sendiri" jawab dia kesal
"teman, emang kita teman ya? Bukannya gue udah pernah bilang kalo teman gue cuma sama buku ini ya" jawab gu sambil menunjukan buku catatan kepadanya
"hah temen lo cuma tuh buku trus lo anggep temen sekolah ini apa?" tanya dia terheran heran
"orang asing" jawab gue santai
"trus menurut lo gue ini orang asing gitu?" tanya dia dengan nada tinggi"
"gak, menurut gue lo bukang orang asing" jawab gue sambil mengambil buku untuk pelajaran selanjutnya
"trus menurut lo gue ini apa?" tanya dia kembali dengan nada tinggi yang sepertinya sudah kesal
Gue pun menempatkan jari telunjuk di depan mulut gue "ssst"
Gue pun berbisik kepada dirinya
"bukankah kita seperti sepasang kekasih?" jawab gue bercanda
diapun langsung terdiam (gue rasa salah tingkah )
tidak lama kemudian guru masuk, kami mempersiapkan buku yang akan di pelajari. pelajaran pkn menutup aktivitas hari ini, gue pun pulang dan melakukan kegiatan seperti hari biasanya, meskipun tampaknya hari ini seperti tidak biasa, hahaha.
Gue bertemu dia, ini seperti cerita di film yang berakhir bahagia.
source : KASKUS H2H

Tidak ada komentar:

Posting Komentar